1 2 3
Pengumuman
15 April 2016, 20:19:21 WIB
12 Oktober 2015, 00:02:20 WIB
23 September 2014, 11:04:27 WIB
12 Desember 2013, 19:42:20 WIB
28 Juni 2013, 09:58:54 WIB
Pengabdian
Kalender
November, 2017
MSSR KJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

PENGUMUMAN
Dipostkan Oleh : adminikaupi, Kamis, 2013-12-12, 19:42:20
SARESEHAN IKATAN ALUMNI LPTK SE-INDONESIA BANDUNG, 21 DESEMBER 2013

A. PENDAHULUAN
Salah satu yang menjadi persoalan mendasar dari bangsa Indonesia sekarang ini adalah mengenai
peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki berbagai keterampilan dalam mengarungi
kompetisi di kancah global. Tantangan globalisasi dan kehidupan yang modern mau tidak mau,
suka tidak suka, harus dihadapi bangsa Indonesia. Salah satu saluran untuk memajukan kualitas
SDM tersebut adalah melalui jalur pendidikan. Mengutip pendapat Mendikbud Moh. Nuh, pendidikan
dapat menjadi imunitas sosial dan juga elevator sosial untuk memerangi penyakit akut bangsa Indonesia,
yaitu kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dan ketertinggalan. Akan tetapi, pendidikan di Indonesia
masih banyak menyisakan persoalan yang harus dicarikan jalan keluarnya.
Persoalan-persoalan itu dimulai dari peningkatan kualitas pendidikan, mutu dan relevansi, perbaikan
sarana dan prasarana pembelajaran, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
yang masih jauh dari harapan, kalau tidak dikatakan profesional. Undang-Undang Guru dan Dosen telah
mensyaratkan dan memberikan berbagai apresiasi dan perlindungan dengan diakuinya guru sebagai
tenaga pendidik profesional, dengan memiliki beberapa kompetensi antara lain kompetensi profesional,
sosial, kepribadian, dan kompetensi akademik. Empat kompetensi itu mutlak dimiliki oleh seorang guru,
berbagai program telah digulirkan oleh pemerintah antara lain tentang, sertifikasi guru, pendidikan
pelatihan profesi guru, pendidikan profesi guru maupun sertifikasi guru dalam jabatan, ujian nasional
sampai pada Kurikulum 2013.
Pada kenyataannya, implementasi berbagai program tersebut di atas banyak mengandung masalah di
berbagai daerah, mulai ditemukannya berbagai penyimpangan pelaksanaan PLPG, banyaknya guru yang
tidak lulus, keterlambatan pencairan tunjangan sertifikasi, dan pengangkatan pejabat pendidikan yang
tidak sesuai dengan kapasitasnya di daerah. Guru juga kerap terseret dalam tim sukses pemilukada.
Dalam konteks birokrasi, mutasi kerap dilakukan atas pertimbangan politik. Belum lagi perlindungan
hukum bagi guru yang melakukan tindakan kriminal atau atau sengaja dikriminalisasi dalam menjalankan
tugas profesionalnya.
Di sisi lain, peran-peran alumni LPTK di tingkat pengambil kebijakan (decission maker) masih rendah
dibanding pendidikan tinggi nonkependidikan. Ironisnya, alumni LPTK tidak banyak berkiprah di lembagalembaga
pendidikan itu sendiri. Yang paling kontras misalnya, posisi Menteri Pendidikan tidak pernah
dipegang alumni LPTK. Tanpa bermaksud menafikan peran alumni non-LPTK, peran-peran strategis
pendidikan diyakini akan lebih powerfull dalam pembangunan bangsa. Keterlibatan alumni LPTK dalam
kepemimpinan pendidikan nasional juga diyakini mampu mengakselerasi keberpihakan pemerintah
terhadap alumni LPTK yang sebagian besar di antaranya merupakan pendidik dan tenaga kependidikan.

(IKA UPI) memprakarsai pertemuan alumni LPTK se-Indonesia. Pada pertemuan tersebut akan dihelat
saresehan dengan tema “Peran Alumni LPTK dalam Pembangunan Pendidikan Menuju Generasi Emas”
yang di dalamnya melibatkan pengurus Ikatan Alumni LPTK se-Indonesia.
B. TEMA
“Peran Alumni LPTK dalam Pembangunan Pendidikan Menuju Generasi Emas”

C. TUJUAN
1. Adanya urun rembuk dan sharing pemikiran dari para pengurus IKA LPTK se-Indonesia tentang
pendidikan.
2. Saling tukar dan menukar informasi tentang berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang
pendidikan berikut implementasinya di berbagai daerah di Indonesia.
3. Menyikapi berbagai persoalan-persoalan aktual kependidikan yang menyangkut peran dan fungsi
LPTK saat ini dan masa depan.
4. Memberikan masukan dan saran kepada para pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan baik
pusat dan daerah
5. Tersusunnya rekomendasi bagi pemerintah agar meningkatkan peran alumni LPTK dalam
pembangunan pendidikan menuju generasi emas.
6. Memperkuat peran alumni LPTK dalam politik pendidikan.
7. Memperkuat peran alumni LPTK dalam menyiapkan pemimpin bangsa dalam bidang pendidikan.
D. WAKTU DAN TEMPAT
Saresehan “Peran Alumni LPTK dalam Pembangunan Pendidikan Menuju Generasi Emas” akan
diselenggarakan pada Sabtu, 21 Desember 2013, mulai pukul 13.00 WIB s.d. selesai. Kegiatan
dilaksanakan di Garden Permata Hotel, Jalan Lembah Nendeut No. 7 Setrasari, Bandung 40164. Telp.
(022) 2011000 Fax. (022) 2015667
E. PESERTA
Peserta saresehan “Peran Alumni LPTK dalam Pembangunan Pendidikan Menuju Generasi Emas” berasal
dari seluruh LPTK negeri di Indonesia dan LPTK swasta di Jawa Barat. Adapun rincian peserta sebagai
berikut:
1. Pengurus IKA LPTK Negeri se-Indonesia : 40 orang
2. Pengurus IKA LPTK Swasta se-Jawa Barat : 30 orang
3. Pengurus Pusat IKA UPI : 30 orang
Jumlah : 100 orang
F. KETENTUAN PESERTA
1. Peserta merupakan utusan pengurus pusat ikatan alumni LPTK negeri se-Indonesia dan LPTK
swasta di Jawa Barat yang dibuktikan dengan surat tugas atau surat mandat dari pimpinan yang
bersangkutan.
2. Setiap LPTK mengirimkan 2 (dua) orang utusan. Penambahan jumlah utusan dimungkinkan dengan
pemberitahuan terlebih dahulu kepada panitia.
3. Panitia menyediakan penginapan untuk peserta dari luar Jawa Barat. Setiap LPTK mendapat satu
kamar di hotel yang sama dengan lokasi penyelenggaraan kegiatan.
4. Peserta dari Jawa Barat tidak disediakan penginapan. Namun demikian, panitia bersedia memfasilitasi
booking kamar dengan biaya mandiri dari peserta bersangkutan.
5. Panitia menyediakan konsumsi dan kebutuhan lain yang diperlukan untuk keperluan saresehan.
6. Panitia tidak menanggung biaya perjalanan keberangkatan dan kepulangan peserta.
7. Peserta membawa kertas kerja atau usulan rekomendasi dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Setiap perwakilan LPTK mengirimkan satu kertas kerja atau usulan rekomendasi.
b. Materi kertas kerja disesuaikan dengan tema saresehan. Peserta bisa membuat subtema selama
relevan dengan tema besar saresehan.
c. Panjang naskah sebanyak-banyaknya 6 (enam) halaman kertas ukuran A4, dengan ukuran huruf
12 pt, jenis huruf Arial/Times New Roman, spasi 1,5.
d. Naskah bisa dikirim terlebih dahulu kepada panitia atau dibawa pada saat daftar ulang di lokasi
kegiatan.
e. Pengiriman naskah bisa dilakukan melalui pos dengan alamat: Pengurus Pusat Ikatan Alumni
UPI, Pintu Belakang Gymnasium, Kampus UPI, Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 atau
melalui email ikaupi@gmail.com.
G. PENDAFTARAN PESERTA
Pendaftaran peserta dilakukan secara tertulis dengan cara mengisi formulir yang disediakan panitia.
Peserta melakukan daftar ulang pada hari H pelaksanaan di lokasi kegiatan. Pengiriman formulir dilakukan
melalui pos dengan alamat sebagai berikut:
Pengurus Pusat Ikatan Alumni UPI
Pintu Belakang Gymnasium, Kampus UPI
Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Email: ikaupi@gmail.com
Website: www.ikaupi.org
Contact person:
Encep Supriatna (081809240760; cepsup@yahoo.co.id)
Najip Hendra SP (081320646821; tandaseru@gmail.com)
H. SUSUNAN ACARA
Waktu Kegiatan
11.00-12.00 Registrasi ulang
12.00-13.00 Makan siang
13.00-13.15 Laporan Ketua Panitia Pelaksana
13.15-14.00 Sambutan Ketua Umum PP IKA UPI
14.00-14.10 Pembacaan Do’a
14.10-15.30 Saresehan dan Pembahasan Draft Rekomendasi “Peran Alumni LPTK dalam Pembangunan
Pendidikan Menuju Generasi Emas” dipandu oleh Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto
Lukita dan Ketua Dewan Penasehat IKA UPI Teten Masduki
15.30-16.00 Coffee break dan shalat Ashar
16.00-17.45 Lanjutan saresehan
17.45-18.00 Penutupan dan dilanjutkan dengan press conference hasil saresehan
18.00-19.30 Makan malam alumni LPTK Indonesia
19.30-21.00 Acara bebas, peserta asal Jawa Barat bisa langsung pulang.

Login Alumni
Username
Password
  
Lowongan Kerja
Statistik

080492

Pengunjung hari ini : 23
Total pengunjung : 33685
Hits hari ini : 62
Total Hits : 80492
Pengunjung Online : 1
Copyright 2013 IKATAN ALUMNI UPI