1 2 3
Pengumuman
15 April 2016, 20:19:21 WIB
12 Oktober 2015, 00:02:20 WIB
23 September 2014, 11:04:27 WIB
12 Desember 2013, 19:42:20 WIB
28 Juni 2013, 09:58:54 WIB
Pengabdian
Kalender
September, 2017
MSSR KJS
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425 2627282930

BERITA
Dipostkan Oleh : adminikaupi, Rabu, 2013-12-04, 08:57:32
Konsolidasi dan Pelantikan Pengurus Komda Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung

IKA UPI Gelar Workshop Impelementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru

*Komisariat IKA UPI se-Bandung Raya Resmi Dilantik

 

Bandung, 30 November 2013. Hari ini Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) Prof. Dr. Aim Abdulkarim, MPd. secara resmi melantik pengurus IKA UPI Komisariat Kabupaten Bandung, Komisariat Kabupaten Bandung Barat (KBB), Komisariat Kota Bandung, dan Komisariat Kota Cimahi di kampus SMA Negeri 1 Cisarua, Cisarua, KBB. Pelantikan dirangkaikan dengan Workshop Impelentasi Kurikulum 2013 Bagi Guru se-Bandung Raya yang diikuti sedikitnya 200 peserta.

 

Ketua Panitia Pelantikan dan Workshop Najip Hendra SP menjelaskan, pelantikan diwakili pengurus harian masing-masing komisariat. Pelantikan berlangsung khidmat disaksikan ratusan guru, pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga KBB, pengurus pusat IKA UPI, dan serta undangan lain. Selanjutnya, seluruh pengurus mengikuti kuliah umum bertajuk “Peran Lembaga Legislatif dalam Kebijakan Pendidikan” dengan pembicara anggota DPRD Jabar sekaligus salah Ketua IKA UPI Maman Abdurrachman.

 

“Pelantikan IKA UPI hari ini merupakan langkah awal konsolidasi alumni UPI yang tersebar di Jawa Barat, khususnya Bandung Raya. Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan rapat kerja dan perumusan program strategis di masing-masing komisariat. Kami berharap alumni UPI mampu lebih berperan dalam pembangunan pendidikan di masing-masing wilayah. Selama ini banyak kebijakan pendidikan yang telah menyimpang dari ruh dan cita-cita pendidikan itu sendiri,” tandas Najip.

 

Lebih jauh Najip menjelaskan, potensi alumni UPI tersebar di seluruh daerah di Jawa Barat maupun Banten. Bahkan, sebagian kecil di antaranya berhasil membangun eksistensi di daerah lain maupun nasional. Sebut saja misalnya Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rachmat Wahab, dan penguasaha Mien R Uno. Sayangnya, sambung Najip, peran-peran alumni secara kelembagaan belum banyak berkiprah dalam pemberdayaan alumni secara keseluruhan.

Karena itu, Najip berharap pelantikan yang kemudian diikuti dengan konsolidasi diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan kiprah alumni UPI di berbagai medan. Aktivis media dan kependudukan ini optimistis apapaun peran yang dijalankan alumni UPI akan senantiasa menjadikan pendidikan sebagai ruh perjuangan. Dengan begitu, peran pendidikan mampu ditransformasikan dalam berbagai dimensi kehidupan.

Guru Ramai-ramai Kritik Silabus Kurikulum 2013

Di bagian lain, ratusan guru tampak antusias mengikuti workshop Kurikulum 2013 yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Aim Abdulkarim, MPd. dan Dr. Nahadi, MPd., MSi. Aim lebih banyak membedah Kurikulum 2013 secara makro, sementara Nahadi mengoperasionalisasi di level pembelajaran. Nahadi yang merupakan instruksutur sekaligus pengelola program lesson study menunjukkan sejumlah masalah pembelajaran yang kerap muncul di dalam kelas. Nahadi juga mengajak guru berdiskusi intensif dalam empat kelompok satuan pendidikan dan mata pelajaran.

 

“Apapun kurikulumnya, bagaimana pun kualitas sarana pendidikannya, intinya ada pada pembelajaran. Pembelajaran itu sendiri membutuhkan perencanaan secara matang dengan memperhatikan segala aspek di dalamnya, terutama siswa. Tujuan pembelajaran adalah bagaimana siswa menyukai cara mengajar kita, mengerti pelajaran kita, dan mengukai pelajaran kita,” papar Nahadi.

 

Nahadi mencontohkan, saat ini masih banyak guru mengajar dengan menjadikan dirinya sebagai pusat pembelajaran. Padahal, siswa atau murid yang seharusnya menjadi objek sekaligus subjek belajar. Ukurannya terletak pada bagaimana siswa memahami, bukan bagaimana performance  guru mengajar. Paradigma saat ini, kata Nahadi, adalah student-centered, bukan teacher-centered. Untuk itu, guru perlu merencakaan pembelajaran yang mampu menjadikan siswa belajar optimal dan berkualitas.

 

Karena guru yang bersakutan yang mengetahui kondisi belajar siswa, maka perencanaan pembelajaran pun harus dilakukan oleh guru yang bersangkutan. Dia lantas meminta guru mencermati silabus yang menjadi satu kesatuan dari Kurikulum 2013. Guru diminta mengkritisi apa yang salah atau keliru dalam dokumen tersebut. Hasilnya, empat kelompok guru peserta workshop menemukan sejumlah kesalahan alur belajar, metode penilaian, dan pendekatan belajar. Mereka pun beramai-ramai mengkritik silabus made in Jakarta tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa apa yang direncanakan di satu tempat dengan tempat lainnya tidak selalu relevan. Silabus sebenarnya tidak bisa dibuat oleh orang lain, tapi harus dibuat oleh Bapak/Ibu sendiri yang mengetahui kondisi belajar siswa. Silabus bukan barang jadi, kita harus memverifikasinya sebelum digunakan. Sebaiknya tidak menggunakan apa yang dibuat orang lain untuk kelas kita,” Nahadi menegaskan.(NJP)

Tentang IKA UPI 

Ikatan Alumni UPI adalah organisasi mandiri alumni UPI yang berlandaskan silaturahim, kebersamaan, kemitraan, keilmuan, dan profesionalisme. IKA UPI bertujuan menjalin tali persaudaraan dan kerjasama sesama alumni, saling membantu meningkatkan martabat dan keberhasilan tugas profesi, kejayaan almamater, dan kesuksesan UPI demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. IKA UPI berfungsi sebagai fasilitator dan dinamisator bagi dan/atau antar alumni, almamater, dan dunia profesi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Login Alumni
Username
Password
  
Lowongan Kerja
Statistik

076931

Pengunjung hari ini : 15
Total pengunjung : 32163
Hits hari ini : 71
Total Hits : 76931
Pengunjung Online : 1
Copyright 2013 IKATAN ALUMNI UPI