1 2 3
Pengumuman
15 April 2016, 20:19:21 WIB
12 Oktober 2015, 00:02:20 WIB
23 September 2014, 11:04:27 WIB
12 Desember 2013, 19:42:20 WIB
28 Juni 2013, 09:58:54 WIB
Pengabdian
Kalender
November, 2017
MSSR KJS
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

BERITA
Dipostkan Oleh : adminikaupi, Selasa, 2013-10-08, 11:14:01
Konsolidasi dan Pelantikan Pengurus IKA UPI Beserta Seminar Nasional Pendidikan di Cianjur

Wilayah : Priangan Barat

Tempat : Kampus Universitas Suryakancana (Unsur) Jalan Pasir Gede Raya, Cianjur

Waktu: Rabu, 26 Juni 2013

Komisariat yang dilantik: Kabupaten Cianjur Periode 2013-2018, Kabupaten Bogor Periode 2013-2018, Kabupaten Sukabumi Periode 2013-2018 dan Kota Sukabumi Periode 2013-2018

Tema Seminar: Kurikulum 2013: Harapan dan Tantangan

Nara Sumber:  (1) Prof. Dr. H. Said Hamid Hasan, MA.; (2) Dr. Sri Mulyanti, M.Pd.

Moderator: Sukma Hidayat

Jumlah Peserta: 500 orang

 

Rangkaian kegiatan IKA UPI di Kampus Unsur Cianjur diawali dengan seminar nasional bertajuk Kurikulum 2013: Harapan dan Tantangan. Seminar menghadirkan dua narasumber: Prof. Dr. Said Hamid Hasan, MA. dan Dr. Sri Mulyanti, M.Pd. Said Hamid Hasan menguraikan hal ihwal Kurikulum 2013 secara umum, termasuk di dalamnya alasan kemunculan dan karakteristik kurikulum. Adapun Sri Mulyanti lebih menyoroti pro dan kontra kehadiran Kurikulum 2013. Acara ini dihadiri pimpinan Pembantu Rektor Bidang Akademik Unsur,  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, dan sekitar 500 guru dari berbagai daerah di Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.

Hamid Hasan menjelaskan, pada saat Kurikulum 2013 dirancang tengah berkembang persepsi masyarakat terhadap kurikulum yang sedang berlaku. KTSP dianggap terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif rendah, beban siswa terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter. Pada saat yang sama terjadi perkembangan pengetahuan dan pedagogi neurologi, psikologi, dan observation based learning, collaborative learning, project-based learning. Di sisi lain, mengemuka fenomena negatif seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam ujian, dan gejolak masyarakat. Kondisi ini menuntut kehadiran kurikulum baru yang lebih berorientasi pada pembangunan karakter. Menanggapi tudingan kurangnya sosialisasi Kurikulum 2013, Hamid justru balik bertanya alasan kemunculan tanggapan tersebut. Alasannya, Kurikulum 2013 belum disosialisasikan secara umum. Dan, Kurikulum 2013 akan diberlakukan secara bertahap oleh guru-guru yang sudah mendapatkan pelatihan khusus.

Sementara itu, Sri Mulyanti mengungkapkan sebuah penelitian tentang Kurikulum 2013 yang di dalamnya memuat tanggapan masyarakat dan kalangan pendidikan. Sri menemukan tiga alasan penolakan Kurikulum 2013. Yakni, Kurikulum 2013 dilaksanakan tanpa uji coba, ketidaksiapan sekolah dan guru, dan ketidaksiapan materi. Dia menilai keberhasilan Kurikulum 2013 bergantung kepada ketersediaan buku pegangan pembelajaran, ketersediaan buku pedoman penilaian, kesiapan guru, dukungan manajemen, dan dukungan iklim atau budaya akademik. (Najip)

Login Alumni
Username
Password
  
Lowongan Kerja
Statistik

080466

Pengunjung hari ini : 23
Total pengunjung : 33685
Hits hari ini : 36
Total Hits : 80466
Pengunjung Online : 1
Copyright 2013 IKATAN ALUMNI UPI