1 2 3
Pengumuman
15 April 2016, 20:19:21 WIB
12 Oktober 2015, 00:02:20 WIB
23 September 2014, 11:04:27 WIB
12 Desember 2013, 19:42:20 WIB
28 Juni 2013, 09:58:54 WIB
Pengabdian
Kalender
September, 2017
MSSR KJS
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425 2627282930

BERITA
Dipostkan Oleh : adminikaupi, Selasa, 2013-10-08, 10:46:49
Konsolidasi dan Pelantikan Pengurus IKA UPI Beserta Seminar Nasional Pendidikan di Kuningan

Wilayah : Kuningan

Tempat : Kampus Universitas Kuningan Jalan Cut Nyak Dien, Cijoho, Kuningan

Waktu: Sabtu, 22 Juni 2013

Komisariat yang dilantik: Kabupaten Kuningan periode 2013-2018

Tema Seminar: Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Kurikulum 2013

Nara Sumber: (1)  Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd.; (2) Fahrus Zaan Fadhly, S.Pd., M.Pd.

Moderator: Dr. Ayat Suryatna

Jumlah Peserta: 1000 orang

Pelantikan pengurus IKA UPI Komisariat Kabupaten Kuningan dan seminar bertajuk “Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Kurikulum 2013” yang digelar di kampus Universitas Kuningan (Uniku) mendapat sambutan luar biasa dari guru dan mahasiswa di Kabupaten Kuningan. Hal ini terlihat dari membludaknya peserta dari yang semua ditargetkan 300 orang membengkak menjadi sekitar 1.000 orang. Peserta juga tampak antuasis menyimak pemaparan narasumber, termasuk di antaranya wacana sejumlah mata pelajaran dan tuntutan kompetensi guru. Sesaat setelah melantik pengurus IKA UPI Komisariat Kabupaten Kuningan, Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita mengungkapkan kekagumannya atas kemajuan kampus Uniku yang dianggapnya berbeda dari kebanyakan perguruan tinggi di kabupaten dan kota lain di Indonesia. Kampus Uniku sudah tertata rapi, modern, dan megah. 

Dalam paparannya, Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd. menjelaskan rangkaian proses kelahiran Kurikulum 2013. Menyinggung penghapusan jurusan IPA dan IPS misalnya, Aim menguungkapkan fakta menarik bahwa jurusan IPA selalu mendominasi di setiap di sekolah. Kondisi ini kontras dengan ketersediaan jurusan di perguruan tinggi yang lebih banyak didominasi bagi IPS. Akibatnya, dikotomi IPA dan IPS menjadi kurang relevan. Apalagi, melihat peluang pekerjaan yang memberikan kesempatan kepada lulusan ilmu sosial jauh lebih besar ketimbang lulusan ilmu alam atau IPA. Karena itu, Kurikulum 2013 disusun sebagai response atas kondisi tersebut. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada pengembangan sikap (keagamaan dan sosial), rasa ingin tahu, kreativitas, dan kerja sama. Kurikulum ini mengusung konsep bahwa sekolah tidak terpisah dari masyarakat. Di dalamnya mengembangkan ketrampilan menerapkan untuk setiap pengetahuan yang dipelajari untuk menghilangkan verbalisme.

Sementara itu, pengamat pendidikan Fahrus Zaman Fadhly, M.Pd. menilai Kurikulum 2013 berpotensi memicu kesenjangan antara konsep atau kebijakan dan implementasi di lapangan. Kondisi ini mengkhawatirkan melahirkan penghamburan keuangan negara. Kurikulum juga mereduksi semangat otonomi daerah dan kreativitas guru yang semula diakomodasi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bila Kurikulum KTSP memberikan ruang kreatifitas bagi guru untuk menjadi pengembang krurikulum, Kurikulum 2013 seolah memanjakan guru karena menyediakan seluruh kebutuhan guru. (Najip)

Login Alumni
Username
Password
  
Lowongan Kerja
Statistik

076885

Pengunjung hari ini : 15
Total pengunjung : 32163
Hits hari ini : 25
Total Hits : 76885
Pengunjung Online : 1
Copyright 2013 IKATAN ALUMNI UPI